Di dunia modern, teknologi digital memainkan peran yang semakin penting dalam semua bidang aktivitas manusia, termasuk produksi dan manajemen. Salah satu arah yang menjanjikan adalah penggunaan Digital Twin (DT) perusahaan, yang merupakan model virtual dari objek dan proses nyata. Model-model ini dibuat menggunakan teknologi informasi modern dan metode matematika, yang memungkinkan perolehan data yang akurat dan terkini mengenai kondisi perusahaan serta memprediksi perkembangannya.
Apa itu Digital Twin?
Digital Twin (selanjutnya disebut DT) adalah sistem pembelajaran yang terdiri dari serangkaian model matematika dari berbagai komponen sistem dan terus-menerus mengumpulkan informasi dari sensor. Informasi ini dikoreksi berdasarkan hasil pengujian aktual, dan sistem memprediksi perilaku sistem sepanjang siklus hidupnya. Digital Twin memungkinkan simulasi perilaku objek nyata di dunia nyata.
Konsep Digital Twin pertama kali diusulkan sekitar dua dekade lalu sebagai alat inovatif yang komprehensif dengan keunggulan nyata: pemantauan, pemodelan, dan prediksi secara real-time. Pada dasarnya, ini adalah salinan virtual dari objek nyata yang bertukar data dengannya. Sejak saat itu, istilah ini telah diterima secara umum, dan Digital Twin sendiri terus memperoleh kemampuan baru setiap tahunnya.
Kemampuan Digital Twin untuk pemantauan dan pengumpulan data real-time bergantung pada interaksi objek fisik satu sama lain dalam lingkungan simulasi dan dengan lingkungan eksternal dalam sistem informasi perusahaan. Analisis data didasarkan pada algoritma pemrosesan Big Data dan alat Machine Learning. Kombinasi teknologi ini dan implementasinya dalam satu atau beberapa proyek memerlukan kemampuan teknis, pengetahuan mendalam, dan keterampilan.
Hingga saat ini, pembuatan Digital Twin merupakan tugas yang cukup sulit, namun berkat terobosan dalam pengembangan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), jaringan 5G, komputasi awan (cloud computing), dan kecerdasan buatan (AI), situasi telah berubah, dan saat ini Digital Twin menjadi salah satu tren teknologi utama.
Bagaimana Cara Kerja Digital Twin?
Digital Twin terdiri dari tiga komponen utama: objek nyata, salinan virtualnya, dan pertukaran data yang konstan di antara keduanya. Keunikannya terletak pada penggunaan informasi dari sensor perangkat nyata yang bekerja secara bersamaan untuk menetapkan data input. Pekerjaan dapat dilakukan baik dalam mode real-time (on-line) maupun mode otonom (off-line), setelah itu data output Digital Twin dapat dibandingkan dengan data nyata untuk mendeteksi anomali dan mencari tahu penyebab kemunculannya.
Apa Keuntungan Menggunakan Digital Twin bagi Spesialis HSE?
Bagi spesialis HSE, Digital Twin membuka peluang baru dalam bidang analisis risiko, perencanaan, dan pengendalian langkah-langkah keselamatan kerja di industri serta pelatihan personel.
Namun, sekali lagi perlu dicatat bahwa penerapan Digital Twin memerlukan pengetahuan dan keterampilan tertentu di bidang teknologi informasi dari spesialis HSE. Oleh karena itu, untuk mewujudkan peluang ini sepenuhnya, perlu dilakukan pelatihan tambahan dan peningkatan kualifikasi bagi staf HSE.
Dengan demikian, Digital Twin perusahaan merupakan arah yang menjanjikan di bidang HSE, yang memungkinkan peningkatan efisiensi kerja dan perbaikan kondisi kerja di perusahaan.