Penulis: Aleksey Kozyrev, Head of Safety, Health and Safety Department — Moscow branch of NPO "Poisk"
Menurut pandangan saya, saat ini HSE telah naik ke level yang baru. Saya rasa banyak yang akan setuju bahwa keselamatan menjadi salah satu nilai utama perusahaan, bersama dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, kepedulian terhadap orang lain, dan efisiensi.
Oleh karena itu, sangat relevan untuk membangun brand HSE, dan ini adalah tugas kita bersama.
Sekarang, mari kita bahas lebih detail mengenai komponen-komponen brand HSE.
Brand HSE bukan sekadar kumpulan aturan dan instruksi, melainkan persepsi menyeluruh terhadap budaya keselamatan di perusahaan Anda. Ini adalah bagaimana karyawan dan pihak eksternal yang berkepentingan (sebut saja stakeholder) memandang komitmen Anda dalam menyediakan kondisi kerja yang aman.
Brand HSE yang kuat membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang aman.
Apa saja komponen dari brand HSE?
Budaya keselamatan, di mana setiap karyawan memahami pentingnya mematuhi standar HSE dan berpartisipasi aktif dalam implementasinya.
- Pelatihan dan pengembangan: pelatihan dan seminar HSE rutin yang membantu karyawan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang ini.
- Komunikasi: saluran komunikasi yang efektif untuk bertukar informasi keselamatan, termasuk buletin internal, rapat, dan lainnya.
- Identitas visual: penggunaan rambu, poster, dan materi visual lainnya untuk menyampaikan informasi tentang aturan keselamatan dan menciptakan lingkungan yang informatif secara visual. Umpan balik: survei dan diskusi rutin dengan karyawan untuk mengidentifikasi masalah dan meningkatkan kondisi kerja.
- Bekerja dengan pemimpin: keterlibatan aktif manajemen dalam proses HSE, yang menunjukkan pentingnya topik ini di semua level perusahaan.
- Dokumentasi dan standar: adanya instruksi, regulasi, dan standar HSE yang jelas dan dapat diakses oleh seluruh karyawan.
- Analisis risiko: penilaian risiko secara rutin di tempat kerja dan langkah-langkah untuk meminimalkannya.
- Tanggung jawab sosial: partisipasi perusahaan dalam inisiatif sosial terkait keselamatan, yang berkontribusi pada pembentukan citra positif baik di dalam tim maupun di luar perusahaan.
- Program/proyek motivasi tambahan (diimplementasikan bersama HR): sistem penghargaan atas kepatuhan terhadap standar HSE yang membantu meningkatkan keterlibatan karyawan.
Sebagai catatan, setiap bidang ini merupakan proyek terpisah dengan strategi dan rencananya masing-masing.