Untuk melindungi karyawan perusahaan dari paparan produk pembakaran beracun saat terjadi kebakaran, fasilitas dilengkapi dengan alat pelindung pernapasan dan penglihatan – alat bantu pernapasan mandiri (self-rescuer) filter portabel (selanjutnya disebut sebagai PFS).
Praktik menunjukkan bahwa di antara berbagai peralatan perlindungan lainnya, alat ini adalah yang paling efektif dalam menyelamatkan nyawa manusia saat terjadi kebakaran.
Tugas setiap karyawan adalah menguasai sebanyak mungkin teknik dan cara mengoperasikan PFS guna menjaga kesehatan dan nyawa mereka.
Dalam mengatur dan melaksanakan pelatihan praktis, perlu mempertimbangkan tingkat kesiapan karyawan – cakupan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan dalam penggunaan praktis PFS saat kebakaran.
Tingkat pelatihan karyawan dapat dibagi menjadi tingkat dasar, menengah, dan mahir. Selanjutnya dalam artikel ini, Anda dapat mempelajari karakteristik setiap tingkat pelatihan dan contoh latihan untuk masing-masing tingkat tersebut.
Tingkat pelatihan dasar bagi karyawan untuk penggunaan PFS melibatkan penguasaan serangkaian latihan yang bertujuan untuk mencapai tahap "pengenalan alat bantu pernapasan – penguasaan yang percaya diri".
Setelah menguasai tingkat pelatihan ini, karyawan dapat menggunakan PFS secara mandiri dalam situasi kebakaran yang cukup sederhana.
Latihan pada tingkat dasar dilakukan secara individu dengan kepatuhan wajib terhadap langkah-langkah keselamatan.
|
No. |
Jenis Latihan |
Kondisi Pelaksanaan Latihan |
|
1. |
Mengenakan PFS dalam posisi duduk di kursi di depan meja. |
Posisi awal: kemasan PFS terletak di atas meja di depan peserta yang duduk di kursi di depan meja. Prosedur pelaksanaan: peserta membuka kemasan PFS sesuai prosedur yang ditetapkan dan mengenakannya. Catatan: 1. instruktur boleh memberikan arahan tentang cara mengenakan PFS dengan benar; 2. peserta boleh menggunakan instruksi dan gambar pada kemasan PFS secara mandiri mengenai aturan pengoperasian PFS |
Tingkat pelatihan menengah bagi karyawan untuk penggunaan PFS melibatkan penguasaan serangkaian latihan yang bertujuan untuk mencapai tahap "bisa sendiri – membantu orang lain".
Latihan pada tingkat menengah dilakukan oleh dua karyawan, yang selanjutnya disebut sebagai penyelamat dan orang yang diselamatkan.
|
No. |
Jenis Latihan |
Kondisi Pelaksanaan Latihan |
|
1. |
Mengenakan PFS pada diri sendiri dan pada korban dalam posisi berdiri. Tinggi badan kedua peserta sama. |
Situasi: saat kebakaran, terdapat seseorang yang tidak dapat mengenakan PFS sendiri. Orang ini bisa jadi korban yang masih sadar atau pengunjung yang tidak tahu cara menggunakan PFS. Posisi awal: kemasan PFS terletak (di meja, di lantai) di depan penyelamat yang berdiri. Orang yang diselamatkan berada di samping penyelamat. Prosedur pelaksanaan: atas perintah instruktur, penyelamat mulai mengenakan PFS pada kepalanya sendiri, sementara tangan peserta tetap menggantung, dan kemasan alat bantu pernapasan jatuh ke lantai. Dilarang meletakkan apa pun di atas meja atau kursi. Setelah mengenakan PFS, penyelamat mengambil kemasan PFS lainnya, membukanya, dan mengenakannya pada kepala orang yang diselamatkan. Catatan: 1. arahan atau bantuan tidak diperbolehkan. |
Tingkat pelatihan mahir bagi karyawan untuk penggunaan PFS melibatkan penguasaan serangkaian latihan yang bertujuan untuk mencapai tahap "mampu bertindak dalam situasi apa pun".
Latihan pada tingkat mahir dapat dilakukan secara individu maupun dalam kelompok.
|
No. |
Jenis Latihan |
Kondisi Pelaksanaan Latihan |
|
1. |
Mengenakan PFS sambil berjalan dengan membawa barang pribadi. |
Situasi: seseorang menerima PFS saat kebakaran dan mengenakannya sambil berjalan menuju pintu keluar darurat, sementara orang tersebut membawa barang-barang pribadi. Data awal: peserta berdiri di koridor mengenakan pakaian luar (mantel, jaket, topi), memegang kemasan PFS dan tas (biasa, sehari-hari). Prosedur pelaksanaan: atas perintah instruktur, peserta mulai berjalan di koridor dan mengenakan PFS. Kemasan PFS jatuh ke lantai, kecepatan berjalan tidak boleh berkurang, dan barang pribadi tidak boleh dibuang. |
Melatih latihan-latihan ini akan memungkinkan penggunaan PFS yang lebih kompeten dan cepat saat terjadi kebakaran, yang pastinya akan membantu meminimalkan banyak dampak negatif yang menyertai kebakaran.