Salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas pelatihan pekerja dalam melakukan pekerjaan di ketinggian dan di ruang terbatas (selanjutnya disebut sebagai Ruang Terbatas) adalah penggunaan infrastruktur area pelatihan dalam proses pembelajaran.
Selain untuk proses pelatihan dengan pemberian sertifikasi kelompok izin kerja, area pelatihan juga dapat digunakan untuk magang, pemeriksaan berkala pengetahuan tentang metode dan teknik kerja aman di ketinggian serta di Ruang Terbatas, serta pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari jatuh dari ketinggian dan alat pelindung pernapasan.
Komposisi komponen pelatihan ditentukan oleh sifat pekerjaan yang dilakukan dan karakteristik (spesifikasi) tempat kerja untuk masing-masing organisasi secara terpisah. Dalam hal ini, perlu mempertimbangkan basis material dan teknis yang sudah ada, termasuk yang berkaitan dengan alat pelindung diri dan kolektif.
Area pelatihan harus dilengkapi dengan jaringan dukungan teknis dan rekayasa yang diperlukan agar area tersebut dapat menjalankan fungsinya sesuai tujuan.
Saat merancang area pelatihan, parameter berikut juga perlu diperhatikan:
Peran yang tidak kalah penting untuk pengoperasian area pelatihan yang efektif adalah pelatihan instruktur dari kalangan karyawan perusahaan serta dukungan materi pendidikan dan metodologi untuk proses pembelajaran: tugas praktis, skenario untuk pekerjaan evakuasi, alat penilaian, dan daftar periksa (checklist) untuk memverifikasi pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis.