Alexander Vasilyevich Suvorov (1730-1800) adalah seorang jenderal Rusia yang luar biasa, komandan militer, dan ahli teori militer. Ia meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah Rusia dan meraih kejayaan yang layak berkat keberanian, kejeniusan taktis, dan pemikiran strategisnya.
Sistem pelatihan dan pendidikan militer Suvorov, yang hingga kini dianggap sebagai salah satu strategi militer paling efektif, didasarkan pada ketegasan, disiplin, dan pengambilan keputusan yang cepat di medan perang.
Suvorov dikenal karena sikapnya terhadap para prajurit. Ia selalu menjalin kontak dekat dengan mereka, menunjukkan kepedulian dan pengertiannya. Ia juga memperkenalkan metode inovatif dalam melatih personel militer dan memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis kesiapan tempur.
«Selalu miliki tujuan yang pasti», — kata Suvorov. — «Pertempuran yang tujuannya tetap tidak jelas adalah taktik favorit orang-orang bodoh». Istilah «avosh» (untung-untungan) Rusia tidak dapat diterima dalam sistem Suvorov; tindakan setiap unit dan setiap prajurit selalu memiliki tujuan yang sangat spesifik. Mari kita ingat pepatah Suvorov: «Setiap prajurit harus tahu manuvernya». Menurut Suvorov, hal ini tidak hanya berarti instruksi terperinci sebelum pertempuran, tetapi juga menyampaikan tujuan resimen, divisi, tentara, korps, dan bahkan seluruh kampanye kepada personel.
Kisah Alexander Vasilyevich Suvorov menginspirasi kita dan menunjukkan bahwa melibatkan karyawan dalam keselamatan bukan hanya tanggung jawab manajemen, tetapi juga kesempatan bagi setiap karyawan untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka.
Kolaborasi untuk keselamatan: melibatkan karyawan dalam tugas bersama.
Ketika seorang karyawan memahami bahwa tindakannya dapat memengaruhi keselamatan seluruh tim, ia menjadi lebih bertanggung jawab dan penuh perhatian terhadap tindakannya.
Tanggung jawab atas keselamatan: melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan.
Ketika karyawan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai masalah keselamatan, mereka merasa lebih bertanggung jawab dan siap untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar atas tindakan mereka.
Tim keselamatan: melibatkan karyawan dalam pengembangan dan penerapan langkah-langkah keselamatan.
Ketika karyawan berpartisipasi dalam pengembangan dan penerapan langkah-langkah keselamatan, mereka merasa menjadi bagian dari tim dan lebih termotivasi untuk melaksanakan langkah-langkah tersebut.
Budaya keselamatan dimulai dari setiap individu: melibatkan karyawan dalam membentuk lingkungan yang aman.
Ketika setiap karyawan berperan aktif dalam membentuk lingkungan yang aman, hal ini menciptakan suasana saling percaya dan menghormati yang mendukung keselamatan semua orang.
Kisah ini dengan jelas menunjukkan bahwa melibatkan karyawan dalam keselamatan bukan hanya cara yang efektif untuk memastikan keselamatan di tempat kerja, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif di mana setiap karyawan dapat mengeluarkan potensi mereka.
Menurut Anda, cara apalagi yang efektif untuk melibatkan karyawan dalam keselamatan? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar!