Penulis: Larisa Cheremisina, Head of Occupational Safety Department — MegaFon
Dalam memilih solusi teknis untuk digitalisasi dan otomatisasi di bidang HSE, efisiensi saat ini bukan satu-satunya hal yang krusial, melainkan juga potensi pengembangan lebih lanjut serta kemampuan untuk mengimplementasikan digitalisasi proses perusahaan secara penuh di semua tahap perkembangannya.
Untuk menyusun strategi otomatisasi, diperlukan pendekatan metodologis yang menentukan arah menuju otomatisasi dan menyediakan berbagai pilihan solusi teknis. Menentukan kriteria pemilihan solusi dan pemasok merupakan tahap kunci dalam proses ini.
- Rasio harga/kualitas: Kriteria standar untuk mengevaluasi daya tarik solusi teknis ini tetap menjadi hal yang penting.
- Integrasi dengan sistem manajemen personalia: Integrasi yang cepat dan mudah dengan sistem pencatatan personel menentukan keberhasilan implementasi solusi teknis baru.
- Kapasitas untuk memproses solusi kompleks: Sistem harus memiliki kapasitas yang memadai untuk memproses tugas-tugas dan data yang kompleks secara efisien.
- Kompetensi dan kualifikasi pengembang: Profesionalisme tim pengembang merupakan faktor kunci keberhasilan.
- Integrasi dengan sistem perusahaan yang sudah ada: Kemampuan untuk berintegrasi dengan mudah dengan sistem yang sudah berjalan di perusahaan memastikan fungsionalitas lintas departemen dan keselarasan dengan tujuan strategis digitalisasi.
- Kemampuan bekerja dengan metode Agile: Fleksibilitas dalam bekerja dengan pengembang menggunakan metodologi Agile menjadi penting untuk beradaptasi dengan perubahan peraturan perundang-undangan, proses internal, dan karakteristik khusus perusahaan.
Memilih solusi dan pemasok yang optimal adalah kunci keberhasilan, dan hal ini sangat bergantung pada penyusunan spesifikasi teknis yang cermat, cakupan pengembangan, serta skala dan visi yang jelas mengenai strategi dan taktik otomatisasi serta digitalisasi proses yang direncanakan di perusahaan.