Dalam artikel ini, saya ingin mengungkapkan dan membagikan pengalaman saya dalam mencegah kecelakaan lalu lintas di perusahaan.
Saat ini, terdapat kekurangan tenaga kerja terampil yang nyata di pasar tenaga kerja, faktor ini berdampak langsung pada pengorganisasian kondisi HSE yang aman di lokasi produksi.
Setelah melakukan analisis terhadap kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perusahaan, sayangnya kami menyadari bahwa kami menghadapi masalah berupa rendahnya kualifikasi pengemudi kendaraan.
Tampaknya semua dokumen yang mengonfirmasi kualifikasi pengemudi sudah lengkap, data di buku riwayat kerja menunjukkan pengalaman bertahun-tahun, dan wawancara kerja memberikan kesan positif, namun pada kenyataannya semuanya terlihat berbeda.
Untuk mengendalikan risiko ini dengan sukses dan menghindari kecelakaan lalu lintas di masa mendatang di lokasi produksi, AO "PAVLIK" memutuskan untuk membangun area pengujian (poligon) guna memeriksa keterampilan mengemudi praktis para pengemudi.
Dalam praktiknya, kami memiliki dua area pengujian, yang pertama ditujukan untuk memeriksa keterampilan mengemudi praktis pengemudi transportasi pembantu (bus antar-jemput, truk, kendaraan ringan) dan area pengujian kedua ditujukan untuk memeriksa keterampilan praktis pengemudi truk jungkit tambang (dump truck).
Selain itu, area pengujian untuk truk jungkit tambang dilengkapi dengan elemen-elemen seperti simulator pendekatan di bawah bucket alat pemuat (ekskavator), elemen yang meniru tanggul pengaman di tambang untuk melatih pembongkaran muatan yang benar di area pembuangan, serta elemen standar seperti "angka delapan", tanjakan, dan turunan dengan penggunaan sistem pengereman khusus.
Di sinilah gambaran nyata tentang kualifikasi karyawan yang baru direkrut menjadi jelas, selain itu, pengemudi yang sudah ada juga secara berkala melewati area pengujian ini agar tidak kehilangan "kemampuan profesional" mereka.
Dengan menerapkan area pengujian dalam operasional kami, kami telah secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di perusahaan.