Faktor Manusia sebagai Dasar Keselamatan
Pengembangan sistem HSE sering kali bermuara pada penerapan alat dan metodologi digital baru. Namun, implementasi praktik apa pun selalu bergantung pada manusia. Dalam presentasinya, Ivan Drepin membahas konsep kode etik profesional untuk spesialis HSE — serangkaian keyakinan internal yang membantu tidak hanya dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi juga pada saat-saat pilihan etis dan operasional yang sulit.
Mengapa Departemen HSE Membutuhkan Kode Etik Internal
Memiliki prinsip-prinsip yang dirumuskan memecahkan beberapa masalah praktis sekaligus. Pertama, ini adalah seleksi kualitatif spesialis untuk tim: kode etik berfungsi sebagai filter informal, memungkinkan untuk mengungkapkan sikap kandidat yang sebenarnya terhadap profesi selama tahap wawancara. Kedua, ini adalah alat pengendalian diri. Dalam situasi krisis, ketika seorang spesialis berada di bawah tekanan dari blok produksi, kode etik membantu mempertahankan inti profesional dan membuat keputusan yang berpihak pada keselamatan.
Tujuh Prinsip Etika Profesional
Pembicara secara rinci membahas tujuh poin yang membentuk dasar kode etik:
- Tanggung jawab atas tindakan dan kelalaian. Mengabaikan permintaan pekerja atau melewatkan detail dapat berakibat fatal.
- Tidak ada hal sepele dalam keselamatan. Persetujuan formal atas instruksi atau penundaan tugas-tugas kecil menciptakan celah dalam sistem keselamatan perusahaan secara keseluruhan.
- Kemandirian dari jabatan dan pangkat. Aturan berlaku sama untuk semua orang. Menegur manajer puncak yang melanggar aturan di lapangan bukanlah pelanggaran subordinasi, melainkan tindakan preventif untuk menyelamatkan nyawanya.
- Penolakan terhadap formalisme. Melakukan tugas hanya sebagai "formalitas" menghancurkan kepercayaan pada departemen HSE.
- Keterbukaan untuk berbagi pengalaman. Di bidang penyelamatan nyawa, tidak boleh ada rahasia perusahaan. Praktik terbaik harus disebarluaskan secara bebas di dalam komunitas profesional.
- Kata-kata sebagai alat utama. Kemampuan untuk mengemukakan argumen di depan manajemen dan membangun dialog dengan personel lapangan lebih penting daripada pengaruh administratif.
- Kesadaran akan pentingnya profesi. Spesialis itu sendiri harus percaya bahwa tujuan utamanya adalah menyelamatkan nyawa, dan menularkan keyakinan ini kepada orang-orang di sekitarnya.
Apa yang akan Anda pelajari dari webinar ini:
- Bagaimana cara menggunakan prinsip profesional untuk mengevaluasi kandidat saat merekrut untuk departemen HSE?
- Apa yang harus dilakukan jika blok produksi menuntut kompromi dalam masalah keselamatan karena keterlambatan tenggat waktu?
- Bagaimana cara membangun komunikasi dengan pekerja agar mereka melihat spesialis HSE sebagai penolong, bukan pengawas?
- Bagaimana teladan pribadi seorang pemimpin memengaruhi tingkat budaya keselamatan di perusahaan?