Dalam industri modern, investigasi insiden hanyalah sebagian kecil dari manajemen risiko. Jauh lebih penting untuk membangun sistem manajemen insiden yang memungkinkan pencegahan di masa depan. Dalam presentasinya, Dmitry Zubov, Direktur HSE di perusahaan Danone, berbagi pengalaman praktis dan menjelaskan bagaimana perusahaan beralih dari sekadar mencari pihak yang bersalah ke analisis mendalam tentang akar penyebab dan prediksi risiko.
Pembicara menekankan bahwa sistem keselamatan Danone didasarkan pada beberapa prinsip utama. Pertama, perusahaan percaya bahwa semua kecelakaan dapat dicegah, dan satu-satunya tujuan yang dapat diterima adalah nol insiden. Kedua, keselamatan bergantung pada perilaku setiap karyawan. Ketiga, tanggung jawab utama atas keselamatan terletak pada manajer lini. Dan terakhir, tidak ada keuntungan yang membenarkan pelanggaran aturan keselamatan.
Di Danone, mereka menginvestigasi semua insiden tanpa terkecuali, termasuk cedera ringan, pertolongan pertama, dan insiden tanpa konsekuensi (near-miss). Hal ini terkait dengan banyaknya personel alih daya di lokasi. Perusahaan melibatkan kontraktor dalam sistem keselamatannya dengan dasar yang sama seperti karyawan tetap. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi masalah sistemik dan pencegahan insiden yang lebih serius.
Untuk menginvestigasi insiden di Danone, mereka menggunakan kombinasi metode: diagram Ishikawa (5M/6M) dan analisis "5 Mengapa" (5 Whys). Pembicara membahas kesalahan umum saat menggunakan metode ini secara terpisah. Misalnya, analisis "5 Mengapa" tanpa 5M mungkin tidak mengungkapkan semua penyebab insiden, dan penggunaan 5M saja mungkin tidak mencapai akar penyebabnya. Kombinasi metode memungkinkan perolehan gambaran yang objektif dan pengembangan rencana tindakan perbaikan yang efektif.
Presentasi ini membahas secara rinci transisi dari pendekatan reaktif ke proaktif. Danone sedang mengembangkan sistem prediksi insiden menggunakan jaringan saraf tiruan (AI). Sistem ini akan menganalisis kumpulan data yang sangat besar: profil karyawan, tingkat risiko berdasarkan lokasi, hasil audit, situasi bisnis, dan faktor lainnya. Hal ini akan memungkinkan identifikasi "sinyal peringatan" dan pencegahan insiden sebelum terjadi.
Jelajahi perpustakaan lengkap praktik terbaik keselamatan industri
Ke perpustakaan