Penyediaan APD bagi pekerja merupakan salah satu prosedur yang paling memakan waktu dalam sistem HSE. Penggunaan APD adalah tanggung jawab pekerja, pengawasan penggunaannya adalah tugas manajer, sedangkan pengelolaan penyediaan APD adalah tugas spesialis HSE dan departemen pengadaan di perusahaan. Kita bisa berdiskusi panjang lebar tentang cara memastikan pekerja menggunakan APD secara terus-menerus dan tanpa syarat, karena banyak pemberi kerja bersikap sangat tegas ketika menemukan pelanggaran terhadap persyaratan HSE.
Dengan jumlah karyawan yang besar serta beragamnya profesi dan jabatan yang wajib diberikan APD, sangat sulit untuk menjamin pekerja selalu menggunakan alat pelindung diri. Hal ini terutama mengingat adanya perbedaan spesifikasi pekerjaan, meskipun nama profesinya sama.
Sangat penting untuk mempertimbangkan pendapat pekerja saat memilih alat pelindung. Keselamatan dan perlindungan pekerja dari faktor-faktor berbahaya sangat bergantung pada seberapa sesuai alat tersebut dengan pekerjaan dan kondisi kerja, serta seberapa nyaman pekerja saat menggunakannya.
Dalam memilih APD, kami melakukan pengujian lapangan oleh pekerja untuk mengidentifikasi alat pelindung dengan karakteristik yang paling optimal, yang utamanya dapat memenuhi kebutuhan dan kenyamanan para pekerja itu sendiri.
Perusahaan memiliki metodologi khusus untuk melakukan pengujian. Setelah periode pengujian tertentu, pekerja akan mengisi laporan evaluasi yang menunjukkan apakah alat tersebut cocok atau tidak. Berdasarkan berita acara APD yang berhasil melewati pengujian, karakteristik dari barang yang dipilih tersebut akan dimasukkan ke dalam spesifikasi teknis.
Pernah suatu ketika, laporan pengujian pakaian kerja khusus membantu kami untuk berhenti bekerja sama dengan pemasok yang tidak bertanggung jawab. Sebagian besar pekerja di salah satu area pabrik merasa tidak puas dengan kualitas pakaian tersebut, sehingga laporan ketidaksesuaian pun dibuat dan dikirimkan kepada pemasok. Pada upaya kerja sama selanjutnya, kami melampirkan dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa pemasok tersebut tidak dapat diandalkan.
Pengujian lapangan juga membantu mengidentifikasi APD yang paling disukai di antara profesi yang sama, yang mungkin membutuhkan perlindungan berbeda tergantung pada tugas spesifiknya. Hal ini mencegah penyeragaman APD yang kaku, sehingga memungkinkan perlindungan maksimal bagi pekerja dari berbagai risiko dan faktor berbahaya yang ada di tempat kerja.
Dengan demikian, pengujian lapangan sangat diperlukan untuk memastikan penyediaan APD yang tepat sasaran demi menjamin keselamatan para pekerja.