Mengemudikan truk tambang berkapasitas besar melibatkan risiko kritis: tinggi roda kendaraan mencapai tiga setengah meter, dan hilangnya kewaspadaan pengemudi mengubah peralatan menjadi ancaman yang tidak terduga. Di industri pertambangan, masalah tidur sesaat (microsleep) dan gangguan konsentrasi saat mengemudi memerlukan solusi teknologi sistematis yang menghilangkan faktor manusia. Alexey Leonov, Direktur Pengendalian Produksi dan HSE di JSC Razrez Tugnuisky, membahas pengalaman praktis dalam menerapkan kompleks sistem digital yang bertujuan untuk memantau kondisi pengemudi dan mencegah tabrakan di area pertambangan.
Upaya awal untuk memantau kondisi pengemudi menggunakan gelang kebugaran yang merespons penurunan denyut nadi terbukti tidak efektif karena karakteristik fisiologis individu pekerja. Presentasi ini membahas secara rinci transisi ke sistem visi komputer yang membaca kondisi mata dan ekspresi wajah pengemudi.
Sensor inframerah dan kamera perekam video dipasang di kabin truk tambang. Sistem ini mendeteksi mata tertutup, gangguan perhatian dari jalan, penggunaan telepon tanpa headset, serta upaya sabotase (menutup atau memutar kamera). Saat mendeteksi tanda-tanda tertidur, algoritma memberikan sinyal suara yang tajam di kabin untuk membangunkan pengemudi, dan secara bersamaan mengirimkan pemberitahuan ke konsol operator keselamatan industri. Jika beberapa sinyal kelelahan diterima dalam waktu lima menit, operator memiliki wewenang untuk segera menangguhkan operasi truk tambang tersebut guna mencegah konsekuensi fatal.
Karena dimensi peralatan pertambangan yang sangat besar, pengemudi secara fisik tidak dapat mengendalikan semua titik buta, yang menciptakan risiko menabrak kendaraan ringan dan personel. Pembicara menunjukkan melalui contoh integrasi detektor jarak, bagaimana risiko ini dapat diminimalkan.
Solusi ini dibangun di atas interaksi peralatan: unit dasar dipasang di kabin truk tambang, sementara kendaraan ringan dan personel dilengkapi dengan label pelacak khusus. Saat mendekati jarak berbahaya (10 – 15 meter), sistem memberikan sinyal suara dan visual kepada pengemudi truk tambang, yang menunjukkan jenis rintangan dan zona lokasinya. Pada saat yang sama, pengeras suara eksternal pada truk tambang itu sendiri diaktifkan, memperingatkan orang-orang di luar, dan pelacak pribadi pekerja mulai bergetar.
Untuk memenuhi persyaratan pemosisian personel dalam operasi pertambangan, perusahaan menerapkan pelacak GPS yang terintegrasi dengan sistem kontrol akses (ACS). Sebelum memulai giliran kerja, pekerja menempelkan kartu akses ke terminal, yang secara otomatis menautkan pelacak yang dikeluarkan ke profil mereka.
Pelacak melakukan beberapa fungsi:
Jelajahi perpustakaan lengkap praktik terbaik keselamatan industri
Ke perpustakaan