Evolusi Mentoring: Dari Teori ke Praktik di Tempat Kerja
Pengembangan budaya produksi yang aman tidak hanya membutuhkan penciptaan sistem manajemen HSE bertingkat, tetapi juga memastikan penerapannya yang efektif dalam praktik. Dalam presentasinya, Andrey Khokhryakov, Manajer Program Pengembangan Budaya Keselamatan di Salym Petroleum Development, berbagi pengalaman dalam menerapkan program mentoring untuk Manajemen Risiko Operasional Produksi (MROP). Pembicara membahas mengapa metode pelatihan dan pengendalian tradisional seringkali tidak cukup untuk membangun keterampilan kerja aman yang berkelanjutan, terutama bagi manajer pekerjaan baru dan kontraktor.
Masalahnya adalah volume informasi yang harus diserap oleh karyawan baru sangat besar. Alat untuk mengatur pekerjaan yang aman bisa tampak rumit dan tidak dapat dipahami tanpa keterampilan praktis dalam menggunakannya. Program MROP dirancang untuk memecahkan masalah ini dengan mengalihkan fokus dari pelatihan di kelas ke dukungan langsung dan pelatihan tambahan bagi personel langsung di lokasi kerja.
Apa itu MROP dan Apa Bedanya dengan Pengendalian Tradisional
Inti dari program MROP adalah konsep Assist & Assure — kombinasi mentoring dan pengendalian langsung selama pelaksanaan pekerjaan. Mentor MROP tidak menggantikan fungsi insinyur HSE dan tidak memiliki wewenang administratif untuk menjatuhkan denda. Tugas utamanya adalah membantu, membimbing, dan mengoreksi tindakan tim, mengidentifikasi area untuk perbaikan, serta mengembangkan kompetensi teknis dan kepemimpinan (soft skills) dari manajer pekerjaan.
- Keterlibatan Jangka Panjang: Mentor menghabiskan empat hingga enam hari berturut-turut bersama tim, mengamati siklus kerja secara penuh. Hal ini memungkinkan untuk mengatasi tahap "ketegangan", di mana pekerja menunjukkan perilaku yang diinginkan secara sosial, dan melihat gambaran nyata dari pelaksanaan operasi.
- Tidak Ada Fungsi Hukuman: Tidak adanya ancaman hukuman membantu membangun hubungan yang saling percaya. Pekerja mulai mendiskusikan masalah secara terbuka dan mengajukan pertanyaan tanpa takut mengakui ketidaktahuan mereka.
- Fokus pada Kebiasaan: Tujuan mentor adalah membentuk kebiasaan perilaku aman yang berkelanjutan, seperti intervensi terus-menerus ketika risiko teridentifikasi dan kesediaan untuk mengajukan pertanyaan.
Alat Mentor: Dari "Tujuh Langkah" hingga "Perburuan Bahaya"
Presentasi ini membahas secara rinci gudang alat yang digunakan oleh mentor MROP untuk mengembangkan keterampilan identifikasi risiko dan pengorganisasian pekerjaan yang tepat.
- Kartu "Tujuh Langkah Kerja Aman": Panduan praktis untuk manajer pekerjaan, berisi pertanyaan terbuka untuk meningkatkan kesadaran selama persiapan kerja dan kriteria untuk pengarahan yang efektif.
- "Perburuan Bahaya": Latihan rutin untuk mengembangkan keterampilan identifikasi risiko, yang dilakukan bersama dengan pelaksana pekerjaan. Pembicara menunjukkan dengan contoh bahwa alat ini berlaku tidak hanya di fasilitas produksi yang kompleks, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari (misalnya, dengan staf kompleks hotel) untuk mengurangi cedera ringan.
- Laporan Indikator Utama (Leading Indicators): Hasil kerja mentor dicatat dalam laporan yang didiskusikan dengan semua pihak yang terlibat (manajer pekerjaan, supervisor, insinyur HSE) untuk mengembangkan pemahaman bersama tentang area yang perlu ditingkatkan.
Apa yang akan Anda pelajari dari webinar ini:
- Bagaimana menjembatani kesenjangan antara pengetahuan HSE teoretis dan penerapan praktisnya di tempat kerja?
- Apa perbedaan mendasar antara mentor MROP dan insinyur inspeksi HSE?
- Bagaimana membangun hubungan saling percaya dengan tim untuk mengidentifikasi masalah nyata dalam pengorganisasian pekerjaan?
- Alat apa yang membantu mengembangkan keterampilan identifikasi risiko untuk manajer lini dan pekerja?
- Bagaimana mengevaluasi efektivitas program mentoring melalui indikator utama (leading indicators)?