Dalam rangka meningkatkan sistem manajemen keselamatan kerja di lokasi konstruksi, Perusahaan kami telah memperkenalkan prosedur STARRT.
Prosedur STARRT adalah instruksi untuk melaksanakan tugas pekerjaan dalam kondisi aman sepenuhnya.
STARRT merupakan alat bantu bagi karyawan dalam melakukan analisis keselamatan kerja yang efektif, membantu mengidentifikasi bahaya dan menentukan metode kerja yang aman.
Briefing sebelum memulai pekerjaan sesuai prosedur STARRT adalah pertemuan di tempat kerja yang melibatkan seluruh pekerja yang akan berpartisipasi dalam pekerjaan tertentu. Briefing yang efektif memastikan pemahaman penuh dan kepatuhan pekerja terhadap semua tindakan keselamatan dan pencegahan, serta memastikan produktivitas yang tinggi. Diskusi terbuka dan dorongan partisipasi aktif pekerja dalam diskusi memastikan informasi lengkap dan pemahaman tentang pekerjaan yang akan datang.
Tahapan utama pelaksanaan briefing:
Briefing STARRT dilakukan saat melaksanakan segala jenis pekerjaan, terlepas dari kebutuhan untuk menerbitkan izin kerja (work permit) untuk pekerjaan berisiko tinggi.
Briefing STARRT dilakukan oleh pengawas langsung dari kalangan staf teknis (mandor, pelaksana proyek, kepala shift, kepala lokasi, manajer, insinyur, dll.)
Briefing STARRT dilakukan melalui dialog dengan para pekerja. Sebelum memulai pekerjaan, pengawas langsung mendiskusikan cakupan tugas dan persyaratan keselamatan yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan karyawan. Dalam diskusi tersebut, perhatian lebih diberikan pada keterlibatan pekerja yang baru mulai bekerja dan memiliki sedikit pengalaman.
Tujuan dari briefing STARRT adalah untuk melibatkan setiap karyawan dalam format «tanya-jawab» mengenai aspek keselamatan saat melaksanakan pekerjaan yang direncanakan.
Dengan mengajukan pertanyaan, pengawas langsung dari kalangan staf teknis (mandor, pelaksana proyek, kepala shift, kepala lokasi, manajer, insinyur, dll.) bersama dengan tim menentukan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, mendiskusikan urutan pekerjaan, mengidentifikasi bahaya yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan, serta mengambil tindakan untuk mitigasi dan pengendaliannya. Tim secara bersama-sama menentukan penyebab penghentian pekerjaan yang tidak direncanakan, serta tindakan dalam situasi darurat.
Diskusi mengenai faktor risiko yang diidentifikasi selama analisis tugas (STARRT) dilakukan dalam urutan yang direkomendasikan di bawah ini, yang disusun dalam bentuk pengingat (memo):
Setelah briefing STARRT selesai, pengawas langsung yang melakukan briefing STARRT memeriksa pengetahuan para pekerja yang telah diberi instruksi melalui tanya jawab lisan.
Berdasarkan hasil briefing, informasi yang diperlukan dimasukkan ke dalam «kartu STARRT». Briefing STARRT dicatat pada formulir khusus yang diisi secara eksklusif oleh pengawas langsung dari kalangan staf teknis (mandor, pelaksana proyek, kepala shift, kepala lokasi, manajer, insinyur, dll.). Peserta briefing hanya membubuhkan tanda tangan mereka, yang mengonfirmasi bahwa tidak ada pertanyaan atau keberatan.
Kartu STARRT harus selalu tersedia di area kerja.
Prosedur STARRT telah menjadi standar di semua lokasi Perusahaan kami dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan instalasi. Alat ini telah mengubah sikap pekerja terhadap masalah keselamatan, menjadikannya lebih terbuka dan efektif dalam mencari metode kerja yang aman, serta dalam memecahkan masalah.