Perkembangan perusahaan manufaktur kecil tidak terlepas dari tantangan di bidang HSE. Pada tahap pertumbuhan aktif, ketika karyawan baru bergabung dan peralatan dibeli, masalah keselamatan sering kali dikesampingkan, digantikan oleh tugas-tugas produksi. Namun, justru pada periode inilah fondasi budaya keselamatan diletakkan. Dalam webinar ini, Direktur Utama RIKA Group LLC, Rinat Galimov, membahas bagaimana integrasi prinsip-prinsip sistem 5S tidak hanya membantu merapikan area pabrik, tetapi juga meminimalkan cedera kerja.
Pada awal operasi perusahaan, manajemen menghadapi masalah umum: tempat kerja yang berantakan, kurangnya kebiasaan membersihkan di kalangan staf, dan akibatnya, cedera ringan yang sering terjadi. Pembicara menunjukkan melalui contoh produksinya bagaimana perbaikan yang ditargetkan mengubah gambaran keselamatan secara keseluruhan. Misalnya, mengganti tangga yang licin dengan struktur yang aman sepenuhnya menghilangkan risiko jatuh saat naik ke lantai dua, dan penggunaan kunci torsi alih-alih alat seadanya saat merawat jalur ekstrusi membantu menghindari cedera tangan saat mengendurkan baut.
Perhatian khusus dalam presentasi ini diberikan pada modernisasi operasi manual yang berbahaya. Sebelumnya, proses pengaplikasian lem dilakukan secara manual setelah dipanaskan secara terbuka, yang menyebabkan luka bakar pada tangan dan jari. Pembelian jalur khusus mengotomatiskan proses ini: sekarang lem diaplikasikan di dalam tabung heat-shrink tanpa kontak langsung antara pekerja dan elemen yang dipanaskan, yang sepenuhnya menghilangkan cedera termal di area ini.
Salah satu elemen kunci 5S, yaitu visualisasi, secara aktif digunakan untuk membentuk kebiasaan aman. Pembicara membahas studi kasus tentang penggunaan alat pelindung pendengaran. Untuk mengatasi penolakan staf, penyumbat telinga dan penutup telinga ditempatkan tepat di depan tombol start peralatan yang bising. Ini berfungsi sebagai pemicu visual yang tak terhindarkan: pekerja secara fisik tidak dapat menyalakan mesin tanpa memperhatikan APD.
Sistem 5S juga memecahkan masalah lorong yang berantakan. Penandaan area penyimpanan untuk produk jadi dan alat kerja menghilangkan situasi di mana suku cadang berserakan di lantai, menciptakan risiko tersandung. Setiap tempat alat di meja kerja diberi garis tepi dan diberi label. Ini tidak hanya mencegah benda berat jatuh ke kaki perakit, tetapi juga memungkinkan identifikasi visual instan dari peralatan yang hilang, mengurangi waktu pencarian dan menurunkan biaya pembelian bahan habis pakai yang hilang.
Presentasi ini membahas secara rinci pendekatan untuk mengubah perilaku tidak aman. Ketika karyawan mulai mengambil jalan pintas di bawah rak gudang untuk menghemat waktu, pengarahan standar dan tanda tangan di buku catatan tidak membuahkan hasil. Masalah ini diselesaikan dengan memblokir rute berbahaya secara fisik — memasang peralatan dan pita peringatan, sehingga jalan tersebut tidak dapat dilewati.
Pendekatan serupa diterapkan pada merokok di tempat kerja. Alih-alih hanya melarang, manajemen menyediakan area merokok yang nyaman, sekaligus memberlakukan denda ketat untuk merokok di area pabrik. Kombinasi penyediaan fasilitas dan tanggung jawab yang tegas berhasil menghilangkan kebiasaan berbahaya ini sepenuhnya di jalur produksi.
Jelajahi perpustakaan lengkap praktik terbaik keselamatan industri
Ke perpustakaan