Konteks: mengapa otomatisasi APD menjadi suatu keharusan
Dengan transisi ke Norma Standar Seragam (ETN) dan pengetatan persyaratan keselamatan industri, manajemen manual penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja menjadi tidak efisien. Hal ini sangat relevan untuk industri berteknologi tinggi, seperti farmasi, di mana selain APD standar, diperlukan pencatatan ketat pakaian teknologi untuk ruang bersih (sesuai dengan aturan GMP). Dalam presentasinya, Olga Budanova, Direktur Keselamatan Industri di grup perusahaan "Promomed", membahas studi kasus praktis otomatisasi proses kompleks ini berbasis produk 1C.
Dari kekacauan menuju norma seragam: langkah-langkah pertama
Pembicara menunjukkan melalui contoh perusahaannya bahwa otomatisasi tidak mungkin dilakukan tanpa sistematisasi data sebelumnya. Sebelum penerapan solusi TI, tahap persiapan skala besar telah dilakukan:
- Pembentukan komite lintas fungsi. Spesialis dari departemen penjaminan mutu, teknolog, dan kepala divisi dilibatkan dalam pengembangan proses. Hal ini memungkinkan untuk mempertimbangkan semua nuansa, termasuk persyaratan untuk pakaian teknologi.
- Klasifikasi pakaian kerja. Semua pakaian dibagi menjadi beberapa kategori: transisi, utama, untuk ruang bersih, tugas jaga, dan bahan habis pakai. Ini menyederhanakan pemahaman tentang kebutuhan setiap area.
- Pengurangan rentang warna. Penghapusan warna individual untuk setiap bengkel kerja memungkinkan konsolidasi batch pembelian, mengurangi biaya, dan menyederhanakan logistik.
- Pengembangan matriks penyediaan terpadu. Dalam tabel ringkasan (awalnya di Excel), norma-norma untuk setiap posisi ditentukan dengan mempertimbangkan kelas kebersihan ruangan, karakteristik APD, dan kebutuhan tahunan.
Arsitektur solusi: bagaimana sistem 1C bekerja bersama
Presentasi ini membahas secara rinci proses integrasi berbagai modul 1C untuk menciptakan alur penyediaan APD yang mulus:
- 1C:ZUP (Gaji dan Manajemen SDM). Bertindak sebagai sumber data personel (perekrutan, pemecatan, mutasi, cuti).
- 1C:HSE (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Inti dari sistem, di mana norma penerbitan dan pesanan elektronik untuk APD bagi karyawan tertentu dibentuk.
- 1C:ERP (Pembelian dan Gudang). Sistem menerima data tentang kebutuhan, memeriksa saldo gudang (menghindari duplikasi pesanan jika barang sudah ada di gudang), dan membuat permintaan ke pemasok.
Arsitektur ini memungkinkan otomatisasi penugasan APD segera setelah perekrutan atau mutasi karyawan, serta mengontrol seluruh siklus hidup pakaian kerja dari pembelian hingga penghapusan.
Penghapusan kartu kertas dan efek ekonomi
Hasil utama dari implementasi ini adalah transisi ke akuntansi elektronik. Sistem secara otomatis menghasilkan laporan akuntansi MB-7 berdasarkan fakta penerbitan APD (saat ini dengan tanda tangan basah, tetapi direncanakan untuk beralih ke tanda tangan elektronik). Hal ini memungkinkan penghapusan pemeliharaan kartu catatan pribadi kertas untuk penerbitan APD (kartu tersebut dibuat secara elektronik dan dapat dicetak jika perlu).
Pembicara mencatat bahwa meskipun ada peningkatan jumlah personel dan ekspansi produksi, otomatisasi dan optimalisasi nomenklatur memungkinkan pengurangan total biaya pembelian APD. Selain itu, kesalahan dalam pesanan diminimalkan (duplikasi permintaan dihilangkan) dan waktu persetujuan dipersingkat.
Apa yang akan Anda pelajari dari webinar ini:
- Bagaimana menggabungkan persyaratan ETN dan standar GMP saat mengembangkan norma penerbitan APD dan pakaian teknologi?
- Bagaimana membangun pertukaran data antara sistem SDM, modul HSE, dan manajemen gudang?
- Bagaimana menerapkan penerbitan APD tanpa memelihara kartu pribadi kertas?
- Kesulitan apa yang mungkin dihadapi saat menyinkronkan direktori nomenklatur antar divisi yang berbeda?
- Bagaimana menentukan periode pemakaian untuk manajer dan staf teknik saat beralih ke ETN?