Sistem keselamatan jalan raya yang efektif di perusahaan memerlukan kerja komprehensif dengan staf pengemudi dari organisasi kontraktor.
Sering kali, pengemudi dari perusahaan kontraktor tiba di lokasi klien tanpa mengetahui apa pun tentang karakteristik jaringan jalan, bahaya musiman di jalan perusahaan, aturan keselamatan yang berlaku di lokasi, serta tanggung jawab atas pelanggarannya. Banyak upaya dilakukan oleh departemen HSE dan bagian pengadaan untuk memasukkan informasi tentang standar dan aturan klien ke dalam kontrak pada tahap tender dan penandatanganan kontrak. Namun, dalam praktiknya, persyaratan dokumentasi internal klien sering kali tidak disampaikan kepada pekerja kontraktor, sehingga hanya menjadi daftar ketentuan yang terlampir dalam perjanjian tambahan kontrak. Jika pengemudi kontraktor mulai bekerja di lokasi klien tanpa mengetahui aturan yang berlaku, bagaimana mereka bisa dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut?
Langkah pertama bagi spesialis HSE klien adalah mengambil tanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan dasar yang diperlukan kepada staf pengemudi agar mereka dapat bekerja dengan aman di lokasi. Alat yang efektif adalah mengadakan kursus adaptasi bagi pengemudi baru, di mana aturan keselamatan utama perusahaan disampaikan, penyebab kecelakaan lalu lintas di lokasi perusahaan dianalisis, dan diberikan rekomendasi mengenai pengoperasian kendaraan yang aman. Penting untuk tidak membiarkan pengemudi baru tanpa data pengantar, segera libatkan mereka dalam aturan yang berlaku, dan berikan pemahaman bahwa kepatuhan adalah norma di area tersebut. Pengemudi akan merasa bahwa klien memperhatikan dan menghargai waktu mereka.
Di dunia modern, profesi pengemudi sayangnya telah kehilangan gengsinya, padahal tetap sangat dibutuhkan. Penting untuk menyadarkan pengemudi bahwa mereka memiliki peran vital, di mana tindakan mereka tidak hanya menentukan kelancaran transportasi, tetapi juga keselamatan nyawa dan kesehatan manusia. Peningkatan kualifikasi staf pengemudi, seperti pelatihan mengemudi defensif (defensive driving) yang diterapkan oleh banyak perusahaan besar, merupakan "hadiah" (reward) yang luar biasa. Hal ini memungkinkan pengemudi tidak hanya belajar mencegah kecelakaan, tetapi juga merasa dihargai oleh pemberi kerja.
Jika spesialis HSE hanya berinteraksi dengan pengemudi sebagai pengawas yang mencari kesalahan dan memberikan denda, pengemudi akan merasa takut, menghindari pemeriksaan, dan membenci sistem tersebut. Selain itu, jika pengemudi hanya dihukum secara finansial tanpa adanya pendekatan lain, mereka akan kehilangan motivasi. Penting untuk menyeimbangkan "hukuman" dengan "hadiah". Pengemudi tidak boleh dianggap sebagai calon pelanggar. Sebaliknya, buatlah mereka merasa sebagai bagian berharga dari sistem dan sadar akan peran kunci mereka dalam menjaga keselamatan jalan raya. Cobalah untuk tidak hanya melakukan inspeksi, tetapi juga meluangkan waktu untuk memahami masalah yang dihadapi pengemudi di lapangan. Dengan mengadakan pertemuan rutin, spesialis HSE dapat membangun dialog konstruktif di mana kedua belah pihak saling bertukar informasi yang bermanfaat. Selama bekerja, pengemudi sering melihat titik-titik lemah dalam pengaturan keselamatan di lokasi. Jika mereka diberi kesempatan untuk bersuara, Anda akan mendapatkan informasi berharga untuk memperbaiki sistem HSE. Dengan begitu, pengemudi akan melihat Anda bukan sebagai pengawas yang galak, melainkan sebagai rekan yang membantu melindungi mereka dari bahaya. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman. Pendekatan ini akan mengurangi pelanggaran, meningkatkan etika mengemudi, dan memperkuat otoritas departemen HSE.
Di bidang apa saja Anda bekerja dengan staf pengemudi? Tulis di kolom komentar