Cara Memastikan Pemilihan Kontraktor yang Aman dan Menghindari Penilaian Subjektif

22 Oktober 2024 🇷🇺 Asli: русский 1 menit baca

Salah satu tahapan kunci dalam interaksi antara pemberi kerja dan kontraktor adalah proses pemilihan kontraktor.

Di sebagian besar perusahaan, tahapan interaksi ini tidak menyentuh isu keselamatan kerja atau hanya menyinggungnya secara formal. Di perusahaan seperti itu, berlaku prinsip – "siapa yang paling murah, dialah yang membangun".

Di perusahaan kami, JSC "OTEKO", kami menerapkan penilaian yang setara di semua bidang: HSE, pengalaman, kualitas, ekonomi dan keuangan, kelengkapan teknis, dan lain-lain.

Penilaian di bidang HSE dilakukan dalam beberapa tahap:

1. Angket. Mendapatkan formulir angket yang telah diisi dan dokumen pendukung dari calon kontraktor.

Angket tersebut mempertimbangkan elemen-elemen utama manajemen HSE:

  • Adanya kecelakaan kerja (ringan, berat, kelompok, fatal);
  • Adanya insiden dan kebakaran;
  • Adanya sertifikasi kepatuhan sistem manajemen;
  • Adanya dokumentasi kepatuhan terhadap hak-hak pekerja (kebijakan, kode etik, regulasi, perjanjian kerja bersama, dll.);
  • Adanya dokumen pengembangan SMK3

2. Pelaksanaan audit dokumen (desk audit):

  • Organisasi SMK3
  • Pelaksanaan Penilaian Kondisi Lingkungan Kerja (SOUT)
  • Instruksi Keselamatan Kerja (IOT)
  • Rencana Kerja/Kartu Teknologi (PPR/TK), dll.
  • Sertifikat kualifikasi
  • Pengorganisasian pemeriksaan kesehatan
  • Pengorganisasian prosedur registrasi dan investigasi insiden
  • APD (standar, pengadaan, distribusi)
  • Peralatan khusus, alat angkat, kendaraan (penanggung jawab, izin operasional, pemeriksaan kesehatan, inspeksi teknis berkala, dll.);

3. Melakukan wawancara dengan pimpinan organisasi. Wawancara mencakup bidang HSE berikut:

  • Pertanyaan umum
  • Pertanyaan mengenai penetapan tujuan
  • Keterlibatan langsung pimpinan dalam isu keselamatan
  • Penyediaan dan penggunaan APD
  • Registrasi dan investigasi insiden
  • Pengorganisasian dan pelaksanaan kontrol pekerjaan
  • Penerapan pendekatan berbasis risiko
  • Pelatihan dan pengembangan

4. Melakukan inspeksi lapangan ke lokasi kontraktor:

  • Pemeriksaan basis teknis
  • Kondisi fasilitas penunjang
  • Pengorganisasian pekerjaan
  • Pelaksanaan pekerjaan yang aman berdasarkan jenisnya
  • Peralatan dan perkakas, dll.

Semua tahapan yang dilakukan selama prosedur pengadaan didokumentasikan dan dicatat dalam daftar periksa. Daftar periksa yang dikembangkan oleh tim kami memberikan hasil penilaian dalam bentuk digital, yang menghilangkan subjektivitas dalam penilaian kontraktor.

Pelaksanaan inspeksi lapangan sangat penting jika direncanakan kontrak jangka panjang dengan calon kontraktor dan/atau jika pemilihan kontraktor dilakukan untuk pekerjaan dengan risiko tinggi.

Blog Pakar

Baca artikel dari para pemimpin keselamatan

Semua artikel blog
Kami menggunakan cookie untuk pengalaman yang lebih baik · Pemberitahuan Cookie

Bergabung dengan para pemimpin

14,000+ profesional · 128+ negara

1
Kontak
2
Profil

Pendaftaran

Ceritakan tentang diri Anda

Wajib diisi
Wajib diisi
Masukkan email yang valid
Nomor tidak valid

Pendaftaran

Data profesional

Wajib diisi
Wajib diisi
Wajib diisi

Mohon setujui untuk menerima buletin. Ini akan sangat meningkatkan pengalaman Anda di platform.

Pendaftaran selesai

Kami telah mengirim kredensial login ke email Anda. Gunakan kata sandi yang diterima untuk masuk.

Tidak menerima email?
Periksa folder Spam
Sudah punya akun? Masuk · Lupa kata sandi?

Selamat datang!

Anda berhasil masuk.

Belum punya akun? Daftar · Lupa kata sandi?

Pemulihan kata sandi

Masukkan email untuk pemulihan

Masukkan email yang valid

Tautan terkirim

Tautan reset kata sandi telah dikirim ke email Anda. Tautan berlaku selama 1 jam.

Tidak menerima email?
Periksa folder Spam
Ingat kata sandi? Masuk · Daftar