Pembukaan Musim ke-5 HSE DAYS: Menuju Kepemimpinan dan Budaya Keselamatan
Musim kelima dari platform internasional HSE DAYS dibuka dengan diskusi berskala besar mengenai peran manajemen puncak dalam membentuk budaya keselamatan. Saat ini, ketika statistik kecelakaan kerja masih mengkhawatirkan, industri tidak hanya membutuhkan kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga transformasi pola pikir yang mendalam. Itulah sebabnya tema utama pembukaan ini adalah kepemimpinan manajemen puncak — sebagai fondasi yang tanpanya perubahan nyata di tempat kerja tidak mungkin terjadi.
Dalam diskusi tersebut, anggota klub penjamin keselamatan berbagi pengalaman praktis dalam melibatkan para pemimpin puncak dalam masalah HSE. Para pembicara membahas mengapa komitmen pribadi dari CEO lebih penting daripada prosedur formal, bagaimana membangun dialog dengan manajemen menggunakan bahasa bisnis, dan alat apa saja yang membantu mengubah sikap terhadap keselamatan di semua tingkat perusahaan.
Mengapa CEO Harus Menjadi Pemimpin dalam Keselamatan
Marina Sedykh, CEO INK-Capital, menekankan bahwa kepemimpinan dalam keselamatan dimulai dengan tanggung jawab pribadi dan sikap kemanusiaan. Bagi seorang pemimpin perusahaan dengan fasilitas produksi yang berbahaya, kepedulian terhadap nyawa dan kesehatan karyawan bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan dari dalam diri.
- Pengurangan risiko dan reputasi: Perhatian terhadap keselamatan berdampak langsung pada merek perusahaan, mengurangi jumlah keluhan dan insiden, serta meningkatkan posisi perusahaan di industri.
- Transformasi mentalitas: Kebiasaan bekerja asal-asalan hanya dapat dihilangkan melalui penerapan budaya keselamatan. Ini adalah proses perubahan kesadaran yang kompleks, yang harus diinisiasi dan didukung secara eksklusif dari "atas" — oleh pemimpin tertinggi perusahaan.
- Perluasan ruang lingkup kepedulian: Budaya keselamatan yang berkembang dengan sendirinya akan meluas ke luar staf perusahaan, mencakup kontraktor dan mitra, yang sangat penting untuk mencapai nol kecelakaan kerja.
Pembicara mencatat bahwa transisi dari pendekatan reaktif ke tingkat budaya keselamatan yang proaktif (konstruktif) membutuhkan waktu dan kerja sistematis untuk mengubah sikap orang terhadap nyawa dan kesehatan mereka sendiri.
Bagaimana Mengintegrasikan Keselamatan ke dalam Proses Bisnis: Pandangan Manajemen Puncak
Dmitry Zubov, Direktur HSE dari grup perusahaan Cherkizovo, berbagi pengalamannya dalam mengubah sikap terhadap keselamatan dari sudut pandang direktur produksi maupun kepala departemen HSE. Ia menekankan bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dari tugas produksi.
- Keselamatan sebagai alat efisiensi: Untuk meyakinkan manajemen puncak agar menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam HSE, perlu ditunjukkan bagaimana keselamatan meningkatkan kinerja bisnis. Misalnya, menunjukkan hilangnya waktu manajemen untuk menyelidiki insiden dan mengatasi dampaknya.
- Pendekatan individual kepada para pemimpin: Tidak ada satu pola baku untuk melibatkan para pemimpin puncak. Direktur keuangan membutuhkan justifikasi ekonomi, direktur SDM membutuhkan argumen tentang pengurangan demotivasi, dan manajer operasional membutuhkan bukti peningkatan efisiensi proses.
- Persiapan dialog yang matang: Berbicara dengan pemimpin tertinggi membutuhkan pemahaman tentang dinamika kekuatan di manajemen puncak, perumusan hasil yang diharapkan secara jelas, dan kesiapan untuk memajukan inisiatif secara bertahap.
Dalam presentasinya, dibahas secara rinci sebuah contoh di mana kesadaran akan nilai keselamatan datang melalui pengalaman pribadi — mengorganisir tur anak-anak ke pabrik, yang memaksa peninjauan kembali standar perlindungan untuk semua karyawan.
Alat Praktis untuk Melibatkan Pemimpin Tertinggi
Alexander Pivikov menawarkan langkah-langkah konkret untuk membangun komitmen yang nyata di antara manajemen puncak. Pelatihan manajemen puncak hanyalah tahap pertama, yang harus diikuti oleh integrasi sistematis praktik keselamatan ke dalam kegiatan rutin mereka.
- Audit keselamatan rutin: Kunjungan ke lokasi produksi dan pelaksanaan audit perilaku oleh CEO atau pemegang saham (setidaknya sekali dalam satu kuartal) adalah elemen yang sangat penting. Hal ini menunjukkan keterlibatan nyata dari manajemen.
- Seni memberikan umpan balik: Memberikan umpan balik yang membangun kepada pemimpin tertinggi membutuhkan kehati-hatian. Penting untuk mengadakan pertemuan empat mata secara rutin, dimulai dengan poin-poin positif (misalnya, berterima kasih karena telah turun ke lapangan) dan menjelaskan secara beralasan perlunya mematuhi aturan (misalnya, memakai APD lengkap).
- Partisipasi dalam penyelidikan dan hari keselamatan: Melibatkan CEO untuk memimpin penyelidikan insiden dan berpartisipasi dalam hari keselamatan bulanan akan membentuk kebiasaan yang kuat. Untuk mempersiapkan pemimpin dalam berbicara di depan umum, disarankan untuk mengadakan pertemuan pendahuluan singkat atau menyiapkan poin-poin pembicaraan.
Pembicara menunjukkan melalui sebuah contoh bagaimana mencatat observasi selama sebulan membantu membangun dialog yang konstruktif dengan pemimpin dan selangkah demi selangkah membentuk posisi kepemimpinannya.
Apa yang akan Anda pelajari dari webinar ini:
- Bagaimana mengargumentasikan perlunya investasi dalam keselamatan kepada direktur keuangan dan pemegang saham?
- Metrik dan data apa yang akan membantu membuktikan kepada manajemen puncak bahwa keselamatan meningkatkan efisiensi bisnis?
- Bagaimana cara yang tepat memberikan umpan balik kepada CEO mengenai kepatuhan terhadap aturan HSE tanpa mempertaruhkan jabatan Anda?
- Langkah konkret apa yang akan membantu melibatkan pemimpin tertinggi dalam audit rutin dan penyelidikan insiden?
- Bagaimana mempersiapkan pemimpin untuk berbicara di hari keselamatan agar kata-katanya sejalan dengan tujuan departemen HSE?