Salah satu tugas utama bagi perusahaan di semua sektor industri adalah memastikan kondisi kerja yang aman dan menurunkan tingkat kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja tidak hanya membahayakan kesehatan pekerja, tetapi juga merugikan ekonomi dan reputasi perusahaan.
Di OOO "ZARUBEZHNEFT-dobycha Kharyaga", tidak hanya insiden yang dicatat, tetapi juga kondisi hampir celaka (near miss), termasuk yang melibatkan pekerja dari perusahaan kontraktor. Selama 4 tahun terakhir (termasuk kontraktor), telah terjadi 4 kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Setiap tahun terlihat adanya penurunan tingkat frekuensi cedera (LTIFR) pada kontraktor, sementara di OOO "ZARUBEZHNEFT-dobycha Kharyaga" indikator ini selalu berada di angka nol setiap tahunnya sejak 2016.
Penurunan jumlah kondisi hampir celaka juga terlihat, yang menegaskan efektivitas instrumen yang ada saat ini dalam mengurangi risiko. Meskipun demikian, jumlah kondisi hampir celaka masih cukup banyak, yang menunjukkan kurangnya kesadaran pekerja mengenai risiko dan bahaya yang ada di tempat kerja.
Mengingat banyaknya instrumen yang telah diterapkan di perusahaan untuk menyampaikan informasi kepada pekerja, pada tahun 2025, departemen HSE mengusulkan pengenalan sarana visualisasi yang sederhana dan mudah dipahami. Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia memproses informasi visual lebih cepat daripada teks. Sekitar 90% informasi yang kita terima adalah visual. Elemen visual dapat memicu reaksi emosional, yang membantu meningkatkan daya ingat dan pemahaman.
Setelah melakukan benchmarking, ditemukan bahwa banyak perusahaan telah secara efektif menggunakan sarana visualisasi di bidang HSE.
Video ulasan kecelakaan di fasilitas industri dari perusahaan seperti Gazprom, Rosneft, dan Evraz berfungsi sebagai instrumen penting untuk meningkatkan keselamatan kerja dan menginformasikan pekerja tentang bahaya serta risiko profesional.
Perusahaan Evraz merilis seri video "Ingatlah Keselamatan", tentang orang-orang yang hidupnya hancur akibat pelanggaran persyaratan HSE dan keselamatan industri. Video-video ini telah ditonton lebih dari 800.000 kali di platform YouTube, yang menunjukkan popularitas format semacam ini.
Gazpromneft, pada gilirannya, menayangkan video "5 Langkah Keselamatan" kepada para pekerjanya. Berdasarkan pengalaman Rosatom, penerapan video tentang profesi kerja dengan fokus pada aspek keselamatan dan demonstrasi konsekuensi dari tidak menggunakan APD telah berhasil meningkatkan kesadaran personel tentang risiko dan bahaya dari 80% menjadi 95%. Selain itu, Rosatom menggunakan kalender meja sebagai sarana visualisasi yang mendeskripsikan risiko dan bahaya yang ada di tempat kerja.
Sebagai contoh instrumen visualisasi yang digunakan dalam grup perusahaan, kita dapat menyebutkan SOP (Standar Operasional Prosedur), yang menunjukkan algoritma pelaksanaan operasi yang paling efektif dan aman. Setiap SOP mencakup blok peringatan yang berisi informasi tentang faktor bahaya dan potensi ancaman selama pelaksanaan pekerjaan, jenis alat pelindung diri dan kolektif yang harus digunakan, serta tanda-tanda larangan.
Visualisasi persyaratan HSE melibatkan pembuatan materi visual yang terdiri dari tahap-tahap berikut:
Contoh materi visualisasi bahaya dapat berupa poster tentang konsekuensi tidak menggunakan APD dan halaman kalender meja. Selama persiapan materi, kemampuan AI dapat dimanfaatkan untuk mengurangi biaya finansial di masa depan, misalnya, menggunakan ChatGPT 4.5 atau DeepSeek berdasarkan deskripsi verbal (yang disebut prompt).
Kombinasi metode visualisasi yang diusulkan menciptakan pendekatan komprehensif untuk menginformasikan pekerja tentang bahaya dan risiko di tempat kerja. Efektivitasnya tidak hanya akan diukur dari penurunan jumlah kecelakaan dan kondisi hampir celaka, tetapi juga dari perubahan sikap pekerja Perusahaan dan organisasi kontraktor terhadap masalah keselamatan, serta peningkatan tingkat kesadaran dan keterlibatan karyawan.
Selain itu, kita tidak perlu membatasi diri pada instrumen visualisasi dan jenis pekerjaan yang diusulkan, melainkan menggunakan pendekatan yang disarankan untuk mengadaptasinya pada setiap fasilitas sesuai dengan kebutuhan yang muncul.
Sebagai kesimpulan, dapat ditarik simpulan bahwa untuk menurunkan frekuensi terjadinya insiden, kita harus terus menyempurnakan sistem manajemen HSE.
Penerapan elemen visualisasi bahaya dan risiko di tempat kerja tidak memerlukan biaya finansial yang besar, tetapi merupakan instrumen yang cukup efektif untuk menurunkan tingkat kecelakaan kerja, memperbaiki kondisi kerja, dan sebagai hasilnya, meningkatkan produktivitas kerja. Dengan demikian, dengan berinvestasi pada keselamatan, kita meletakkan fondasi untuk pertumbuhan dan perkembangan perusahaan yang berkelanjutan di masa depan.