Digitalisasi Keselamatan: Dari Ide hingga Implementasi
Penerapan alat digital dalam sistem HSE menjadi tahap alami dalam pengembangan budaya keselamatan di perusahaan modern. Direktur HSE AKKERMANN CEMENT, Nikita Vildt, berbagi pengalaman praktis dalam membuat aplikasi seluler untuk pencarian dan identifikasi risiko. Presentasi ini membahas secara rinci proses pengembangan alat "AKKERMANN Tanpa Bahaya" dengan anggaran terbatas.
Bagaimana Aplikasi "AKKERMANN Tanpa Bahaya" Bekerja
Konsep aplikasi ini dibangun di atas kesederhanaan maksimal dan intuitif. Aplikasi ini tidak memerlukan pendaftaran yang rumit dan tidak membebani ponsel pintar karyawan. Fungsi utamanya adalah tombol "Laporkan Risiko", yang memungkinkan pencatatan tindakan atau kondisi berbahaya dengan cepat.
- Pencatatan Risiko: Pengguna memilih kategori bahaya, menentukan lokasi, melampirkan foto atau video, serta menambahkan komentar teks atau suara. Hal ini menyederhanakan proses penyampaian informasi bahkan di lapangan.
- Penandaan Geografis (Geotagging) dan Penolakan Kerja: Aplikasi ini memungkinkan penambahan geotag dan penggunaan fungsi penolakan kerja jika terjadi bahaya kritis yang memerlukan respons segera.
- Panel Administratif: Manajer lini menerima pemberitahuan tentang risiko baru, menunjuk penanggung jawab, dan menetapkan tenggat waktu perbaikan. Hal ini memastikan transparansi dan kontrol atas pelaksanaan tindakan perbaikan.
Motivasi dan Keterlibatan Karyawan
Salah satu masalah utama saat menerapkan aplikasi ini adalah mengatasi penolakan dari karyawan yang menganggap identifikasi risiko semata-mata sebagai tugas departemen HSE. Pembicara menunjukkan melalui contoh bagaimana efek gamifikasi membantu melibatkan staf.
- Sistem "Top": Untuk setiap risiko yang diidentifikasi, pekerja mendapatkan poin ("top") yang dapat ditukar dengan produk bermerek atau layanan (misalnya, kunjungan ke sauna). Ini menciptakan insentif material untuk partisipasi aktif.
- Penghargaan Non-Material: Untuk manajer lini, yang tugas utamanya adalah mengidentifikasi risiko, disediakan penghargaan berupa gelar "pemburu terbaik" dan partisipasi dalam acara perusahaan.
- Umpan Balik Cepat: Karyawan menerima pemberitahuan push tentang risiko yang sedang ditangani, penunjukan penanggung jawab, dan penyelesaian masalah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya mereka tidak sia-sia dan benar-benar berdampak pada keselamatan.
"Perburuan Risiko" Terjadwal dan Solusi Alternatif
Selain inisiatif dari pekerja itu sendiri, perusahaan telah menerapkan "perburuan risiko" terjadwal. Seorang ahli metodologi terlatih melakukan kunjungan lapangan dengan sekelompok karyawan (hingga 5 orang), mengajari mereka cara mengidentifikasi bahaya dan menggunakan aplikasi. Ini bukan inspeksi, melainkan pelatihan praktis di tempat kerja.
Untuk perusahaan di mana penerapan aplikasi belum memungkinkan (misalnya, karena kurangnya ponsel pintar di antara beberapa staf atau keterbatasan anggaran), pembicara menyarankan penggunaan aplikasi perpesanan yang tersedia. Di salah satu pabrik perusahaan, chatbot Telegram berhasil beroperasi, melakukan fungsi serupa untuk mengumpulkan informasi tentang risiko.
Apa yang akan Anda pelajari dari webinar ini:
- Bagaimana cara mengembangkan spesifikasi teknis untuk aplikasi seluler identifikasi risiko?
- Fungsi apa saja yang harus ada dalam aplikasi untuk kenyamanan pengguna yang maksimal?
- Bagaimana membangun sistem motivasi (material dan non-material) untuk melibatkan karyawan?
- Bagaimana mengatur "perburuan risiko" terjadwal dan melatih staf?
- Bagaimana menggunakan aplikasi perpesanan (Telegram, WhatsApp) sebagai alternatif hemat anggaran untuk aplikasi seluler?