Dalam literatur bisnis, analis web terkenal Avinash Kaushik memperkenalkan istilah HiPPO (highest paid person's opinion), yang diterjemahkan sebagai "pendapat orang dengan gaji tertinggi".
Status HiPPO menunjukkan tingkat posisi tertinggi seorang karyawan dalam hierarki perusahaan, yang mencerminkan otoritas, tingkat kompetensi yang tinggi, dan tanggung jawab atas hasil kinerja perusahaan. Dengan istilah ini, Kaushik menekankan prioritas pendapat pimpinan puncak perusahaan dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam bidang budaya HSE, potensi HiPPO belum sepenuhnya tergali dan oleh karena itu masih jarang dimanfaatkan.
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 di Rusia oleh perusahaan internasional Hays menunjukkan bahwa 43% profesional menganggap kepribadian pemimpin sebagai motivasi non-material utama mereka.
Untuk meningkatkan budaya HSE, potensi HiPPO sebaiknya digunakan dalam arah berikut:
? Membentuk dasar budaya HSE perusahaan bagi karyawan baru. Sebagian besar pendatang baru hampir tidak memiliki informasi tentang perusahaan. Pertemuan pertama dengan pimpinannya menjadi momen penting bagi mereka, dan HiPPO berkesempatan untuk membentuk model dasar perilaku korporat (beberapa aturan sederhana dan jelas), yang nantinya akan melindungi pendatang baru dari pengaruh negatif karyawan yang tidak disiplin.
? Penetapan tujuan bagi karyawan kunci. Elemen penting dari pekerjaan HiPPO adalah berdialog dengan karyawan kunci dan mendiskusikan tujuan pribadi mereka di perusahaan. Diskusi dan realisasi tujuan tersebut memungkinkan potensi karyawan tergali dengan cara terbaik.
? Kunjungan rutin ke tempat kerja dan lokasi proyek, memungkinkan HiPPO mendapatkan informasi penting dari sumber pertama, mendapatkan konfirmasi atas pelaksanaan keputusan manajemen, serta menunjukkan ketertarikan pribadinya pada aktivitas perusahaan, yang berkontribusi pada peningkatan tingkat kepercayaan dan keterbukaan dalam tim.
? Motivasi non-material bagi personel. Diketahui bahwa karyawan yang termotivasi secara emosional bekerja jauh lebih produktif daripada yang tidak termotivasi. Setiap pujian kepada bawahan menunjukkan arah pengembangan lebih lanjut dan membentuk model perilaku yang diinginkan. Faktanya, setiap apresiasi adalah kontribusi nyata pemimpin dalam meningkatkan tingkat keselamatan dan kualitas pekerjaan serta layanan di masa depan yang dilakukan oleh karyawan! Sumber daya ini harus digunakan secara aktif dan terampil.
? Perhatian kepada karyawan yang mengundurkan diri. Berbincang dengan karyawan yang akan berhenti dalam suasana yang ramah memungkinkan HiPPO mendapatkan informasi penting tentang risiko yang ada dan peluang yang belum terealisasi di perusahaan, serta menjaga hubungan baik setelah berpisah.
Dari segi waktu, kegiatan ini tidak memakan banyak biaya, namun dampaknya terhadap pembentukan budaya HSE perusahaan tidak dapat diremehkan!