Tugas utama organisasi mana pun adalah mendapatkan hasil kerja yang cepat dan berkualitas dari karyawan baru. Solusi untuk tugas ini dilakukan melalui prosedur adaptasi dan mentoring, yang masing-masing bertujuan untuk mengembangkan kompetensi karyawan hingga tingkat yang ditentukan sesuai dengan persyaratan perusahaan.
Adaptasi dan mentoring merupakan sistem pelatihan individu dua tahap di tempat kerja, berdasarkan transfer pengetahuan, aturan, dan pengalaman perusahaan dari karyawan yang paling berpengalaman dalam organisasi kepada karyawan baru atau yang kurang berpengalaman.
Adaptasi - proses pelatihan dan penguasaan sejumlah kompetensi yang diperlukan oleh karyawan baru, yang memastikan pencapaian hasil kerja yang cepat sesuai dengan standar organisasi.
Mentoring – proses pengembangan kompetensi karyawan baru, yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi kerja mereka guna mencapai tujuan organisasi.
Pelatihan karyawan baru berfokus pada 3 arah pengembangan kompetensi:
? Profesional
? Organisasional
? Budaya
Struktur umum dari model adaptasi dan mentoring 3-fokus disajikan pada gambar.
Jelas bahwa mentoring lebih luas dan lebih lama daripada adaptasi, serta berbeda dalam kedalaman penguasaan di masing-masing dari 3 arah pengembangan kompetensi dan dapat mencakup adaptasi di dalamnya.
Durasi periode adaptasi yang direkomendasikan tidak boleh melebihi 3 bulan, sedangkan mentoring harus minimal satu tahun. Durasi setiap tahap ditentukan oleh durasi maksimum program pelatihan (salah satu dari tiga arah pengembangan kompetensi).
Model yang dijelaskan secara jelas menentukan tujuan dan kelas tugas yang diselesaikan, baik dalam hal arah pelatihan maupun kedalaman penguasaan pengetahuan dan keterampilan pada masing-masing dari dua tahap pelatihan. Pendekatan ini memastikan harmonisasi dan konsistensi program pelatihan untuk mencapai tingkat pengembangan kompetensi yang ditentukan bagi karyawan baru.