Perbedaan mendasar antara kepemimpinan dan manajemen dicatat dengan sangat tepat oleh ilmuwan Rusia terkenal A.I. Prigozhin, yang mengatakan bahwa "kepemimpinan bukanlah sekadar posisi, melainkan sebuah sikap".
Seorang pemimpin terutama dibedakan dari orang lain bukan oleh jabatannya, melainkan oleh sikap khususnya (konstruktif, kreatif, bahkan pribadi) terhadap tujuan dan tugas organisasi atau situasi lain di dalamnya.
Pemahaman tentang pemimpin ini memungkinkan kita untuk merumuskan 3 komponen utama kepemimpinan:
? Visi tujuan bersama oleh pemimpin;
? Keinginan pemimpin untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan;
? Kemampuan pemimpin untuk memobilisasi orang guna mencapainya.
Kepemimpinan, pada hakikatnya, merupakan salah satu faktor pembentuk sistem bagi organisasi, yang memastikan penyatuan sukarela dan pengembangan potensi sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Pada saat yang sama, kami yakin bahwa bakat kepemimpinan dapat dikembangkan dalam diri setiap orang.
Komponen kepemimpinan memungkinkan perumusan 3 elemen dasar model kepemimpinan berbasis nilai dan tujuan:
? Nilai-nilai, yaitu adanya kebutuhan internal pemimpin untuk berkembang atau aktualisasi diri dalam kerangka nilai tertentu.
? Tujuan, yaitu visi pemimpin (berdasarkan nilai-nilai internalnya) tentang tujuan besarnya sendiri, yang selaras secara harmonis dengan tujuan organisasi.
Berkat skalanya, tujuan tersebut memungkinkan untuk mencakup potensi tujuan dari semua pengikut, yang pada akhirnya menjadi dasar pemenuhan kebutuhan tidak hanya bagi pemimpin itu sendiri, tetapi juga bagi semua pengikutnya. Dan ini merupakan momen penentu dalam motivasi pengikut.
? Alat pelibatan, yaitu penguasaan pemimpin terhadap serangkaian alat yang efektif untuk melibatkan personel dalam kegiatan bersama guna mencapai tujuan bersama.
Semua elemen model ini saling terkait dan kepemimpinan hanya dapat terjamin jika ada keselarasan yang jelas di antara elemen-elemen tersebut. Tanpa adanya salah satu elemen, kepemimpinan tidak mungkin terwujud.
Model kepemimpinan berbasis nilai dan tujuan menjawab dua pertanyaan utama: "Bagaimana seorang pemimpin lahir/muncul?" dan "Apa yang mendorong seorang pemimpin untuk memimpin orang lain?". Jawaban-jawaban yang diberikan untuk pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan untuk menghasilkan pemimpin di organisasi mana pun.