Ilmu pengetahuan modern telah mengumpulkan cukup banyak pengetahuan di bidang psikologi kerja, psikologi rekayasa, dan psikologi sosial.
Berdasarkan pengalaman praktis dalam pendampingan psikologis bagi personel perusahaan, kita dapat merumuskan rekomendasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pekerja operasional dalam menjaga keselamatan.
Pekerja perusahaan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau rekan kerja yang bertujuan untuk mengembangkan kesadaran keselamatan (saat pengarahan keselamatan khusus dan selanjutnya selama pelaksanaan pekerjaan):
Penjelasan: urutan pekerjaan yang akan datang dibicarakan, kondisi fisik dan mental personel dianalisis, ketersediaan pengetahuan yang diperlukan diperiksa, kemungkinan kesalahan serta risiko didiskusikan, dan langkah-langkah untuk mencegah berkembangnya kejadian yang berpotensi negatif ditentukan.
Rekomendasi: jika tidak ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini atau jawabannya kurang lengkap, pelaksanaan tugas harus dihentikan sementara dan langkah-langkah yang diperlukan harus diambil; selanjutnya, jika sudah ada jawaban afirmatif, barulah pekerja dapat menuju ke lokasi pelaksanaan pekerjaan.
Penjelasan: dilakukan evaluasi mandiri terkait ketepatan posisi pekerja dan kondisi sasaran peralatan, serta dipastikan adanya pemahaman mengenai tindakan yang akan dilakukan (melalui daftar periksa atau formulir pelaksanaan pekerjaan).
Rekomendasi: jika tidak ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini atau jawabannya kurang lengkap, pelaksanaan tugas harus dihentikan sementara dan dilaporkan kepada atasan untuk menentukan tindakan selanjutnya; jika sudah ada jawaban afirmatif, pekerjaan dapat mulai dilaksanakan.
Penjelasan: ketepatan pelaksanaan operasi dikontrol, pencatatan dilakukan pada daftar periksa, penyebab kesalahan diidentifikasi, dan saran perbaikan ditentukan.
Rekomendasi: hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan beserta saran yang ada harus dilaporkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kesimpulan: pertanyaan-pertanyaan tersebut memungkinkan identifikasi dan eliminasi risiko perilaku tidak aman, serta mendukung keterlibatan personel dalam pengembangan budaya keselamatan.