«Perangkap perilaku keselamatan» adalah istilah kolektif yang mencerminkan potensi seorang pekerja untuk melakukan tindakan tidak aman akibat kombinasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi perilakunya.
Nilai praktis dari mengidentifikasi perangkap perilaku di tempat kerja terletak pada pencegahan tindakan tidak aman oleh personel serta kondisi yang memicunya.
Mari kita tinjau beberapa perangkap perilaku dan cara mengatasinya.
Karakteristik pribadi. Kondisi kelelahan, ketegangan berlebih (stres):
Kemungkinan penyebab: karakteristik pribadi pekerja dan/atau pola pengorganisasian kerja.
Cara identifikasi dan penanganan: penerapan sistem seleksi/pemantauan kondisi personel sebelum dan sesudah bekerja, serta pelatihan tambahan mengenai keterampilan bekerja dalam situasi tidak standar.
Pola komunikasi. Menerima/memberikan instruksi tanpa mengonfirmasi kebenaran pemahamannya:
Kemungkinan penyebab: kurangnya pengalaman dalam berkomunikasi.
Cara identifikasi dan penanganan: observasi (audit perilaku) terhadap pelaksanaan komunikasi, serta pelatihan keterampilan komunikasi saat menerima dan memberikan instruksi (komunikasi verbal dan nonverbal).
Kecenderungan memilih (menyetujui) opsi tindakan yang lebih berisiko:
Kemungkinan penyebab: kurangnya pengalaman, sering muncul saat pengambilan keputusan oleh kelompok atau pemimpin yang otoriter (efek «difusi tanggung jawab»).
Cara identifikasi dan penanganan: observasi (audit perilaku) terhadap jalannya diskusi kelompok sebelum pelaksanaan pekerjaan dan saat muncul kesulitan.
Memperbaiki tindakan keliru yang telah dilakukan tanpa menganalisis potensi konsekuensinya (dapat berujung pada dampak yang lebih buruk):
Kemungkinan penyebab: kurangnya pengalaman atau rasa percaya diri yang berlebihan.
Cara identifikasi dan penanganan: mengajukan pertanyaan terbuka saat pengarahan keselamatan kerja (safety briefing) mengenai urutan pelaksanaan pekerjaan serta prosedur tindakan jika terjadi kesalahan atau hasil yang tidak direncanakan, serta melakukan observasi (audit perilaku) terhadap ketepatan penerapan prosedur.
Anda disarankan untuk mendata perangkap perilaku yang dialami personel di perusahaan Anda, menganalisis struktur serta penyebabnya, lalu menyusun dan menerapkan tindakan korektif yang diperlukan.