Mengapa perilaku tidak aman dari karyawan perusahaan tetap terjadi meskipun berbagai langkah telah diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja (HSE), budaya keselamatan, serta efisiensi operasional? Tidak ada jawaban tunggal yang pasti untuk pertanyaan ini, dan upaya untuk memahami sifat fenomena tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan.
Bagaimana cara memahami langkah-langkah apa saja yang perlu diterapkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perilaku tidak aman dari karyawan, serta apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan keandalan manusia dan faktor manusia di tempat kerja.
Di banyak organisasi, persyaratan keselamatan operasional di tingkat nasional, sektoral, dan organisasi (kesehatan dan keselamatan kerja, keselamatan industri dan kebakaran, dll.) telah dipenuhi, dan pemenuhannya pun terus diawasi.
Pemenuhan persyaratan regulasi ini berlangsung melalui sudut pandang karakteristik sifat manusia (karakteristik kepribadian individu dan sosio-psikologis tim), dan pada kenyataannya kita dapat mengamati perilaku karyawan yang berbeda-beda tergantung pada banyak kondisi internal (psikologis) maupun eksternal (sosio-psikologis).
Adanya manifestasi perilaku tidak aman dari karyawan, betapapun terdengar paradoks, merupakan peluang terbaik untuk memperoleh pengalaman baru yang sangat dibutuhkan saat ini juga di setiap organisasi terkait.
Identifikasi penyebab tindakan tidak aman dari karyawan memungkinkan penentuan langkah-langkah yang antara lain ditujukan untuk meningkatkan keandalan pekerja.
Memberikan hukuman kepada karyawan tanpa melakukan analisis akar penyebab tindakan tidak aman dapat memicu berkembangnya «ketakutan untuk percaya», baik pada diri pekerja itu sendiri maupun rekan-rekan kerjanya, yang di masa depan dapat mengarah pada perilaku menghindar, tidak melaporkan, atau bahkan menyembunyikan informasi yang penting bagi keselamatan.
Objektivitas dalam meninjau tindakan tidak aman dari karyawan dapat dijamin oleh komisi independen, yang idealnya melibatkan spesialis di bidang faktor manusia.
Langkah-langkah berdasarkan hasil analisis tindakan tidak aman karyawan dapat digunakan untuk meningkatkan proses organisasi dan operasional.
Kesimpulan: analisis perilaku tidak aman pekerja adalah peluang untuk mengembangkan budaya organisasi dan sistem manajemen keselamatan perusahaan.